Jangan kapok untuk membaca

Membaca adalah kunci dari pengetahuan.memang untuk mendapatkan pengetahuan harus melalui indra namun tanpa membaca dan berpikir maka kita akan menuai pahitnya kebodohan.

Dalam surat al alaq 1-3 menjelaskan agar kita membaca,pentingnya membaca bagi manusia sampai Allah sendiri tegaskan dalam firmanya yg suci.

Dengan membaca maka inspirasi akan datang imajinasi akan aktif serta akan melahirkan pikiran dan pengetahuan yg akan menjadi dunia dan akhirat.

Manusia diciptakan oleh Allah swt dibekali dengan indra sebagai Alat agar manusia mampu membaca dan memahami pengetahuan agar mampu mengelola alam ini dengan baik.

Alam disediakan luas untuk manusia oleh tuhan sbagai rujukan pengetahuan dan pusat literasi agar melahirkan pengetahuan pengetahuan baru.

Semangat literasi seharusnya harus di rawat dan terjaga agar manusia tidak tenggelam dalam kebodohan.

Salam literasi.

Rekonstruksi kesadaran kader

mirisnya kondisi kader mahasiswa diera milenial ini sehingga perlu adanya rekontruksi kesadaran agar tertanam dalam dirinya sebuah kesadaran bahwa ia punya tanggung jawab terhadap kelembagaan maupun kemasyarakatan.

Sehingga penyakit massa bodoh dan acuh tak acuh itu bisa teratasi dengan mudah.

Mahasiswa adalah agen perubahan untuk masyarakat,perlu adanya kesadaran untuk mengingatkan akan hal itu agar supaya nantinya kita hadir dimasyarakat bukan membawa polusi tapi solusi.

Perlu membentuk kader kader militansi dan loyal terhadap sebuah lembaga agar nantinya mudah dirangkul dan disadarkan.

Karena menjadi mahasiswa bukan hanya kuliah dikampus saja,tapi perlu berproses disebuah lembaga organisasi agar mempunyai pengetahuan yg banyak untuk bekal di masyarakat.

Maka soe hok gie membagi mahasiswa itu kedalam beberapa tipe mulai dari organisatoris,aktivis,akademisi,hedonis,kd3,acuh tak acuh dan sbagainya.semuanya dilihat dari kondisi keaktivan kader itu sendiri.

Demonstrasi bukan musuh publik

Bangkitlah gerakan mahasiswa

Gerakan mahasiswa adalah salah satu bentuk perlawanan mahasiswa sbagai putra bangsa terhadap kesewenang wenangan yg buat oleh mereka yg berkuasa.

Jadi Gerakan mahasiswa bukanlah makar atau tindakan mengakibatkan kerusuhan namun itu adalah bentuk representatif dari gejolak perlawanan yg ada dalam diri mahasiswa.

Maka dari itu seharusnya pemerintah atau birokrasi seharusnya sadar dan mendukung aksi massa ini,karena itu adalah bentuk kerisauan trhadap perubahan yg dicita citakan anak negeri.

Kekesalan serta kerisauan itu di tujukan kepada nahkoda negeri ini yg hanya memberi janji dan harapan palsu kepada rakyat baik dari kalangan masyarakat kaum akademisi kampus pada khususnya.

Janji dan harapan itu tinggal cerita sementara mereka santai santai di atas kursi kekuasaan.serta kekesalan yg parahnya lagi banyak persoalan negeri yg tidak mampu mereka selesaikan baik dari masalah HAM,perekonomian,sosial dan politik.

Apa gunanya mereka digaji dan difasilitasi oleh negara tapi hasilnya hanya kekecewaan.

Jalan satu satunya hanya ada satu kata yaitu “Lawan”.para penguasa yg dungu yg ngga punya otak harus turun tahta.

Bukan hanya persoalan pejabat negeri tapi mereka para birokrasi kampus yg katanya Netral pun demikian.

Fungsi kampus tidak lagi untuk mencerdaskan pikiran mahasiswa, justru membuat tumpul nalar kritis mahasiswa serta membungkam semangat pergerakan,perjuangan mahasiswa.

Birokrasi kampus malah membosankan,dengan regulasi regulasinya yg bertentangan dengan idealisme mahasiswa.

Maka dari itu mereka para pebajat dan birokrasi seakan akan seperti representasi dari kaum penindas yg legal di negeri ini.

Mereka harus ditumpas,mereka harus ditembak mati dilapangan pantai.

Jayalah pergerakan mahasiswa

31 juni 2019

Oleh singa padang pasir

Jangan melarang.

Negara ini bukan hak pribadi

Tujuan bernegara dalam pembukaan uud 45 menjelaskan bahwa bernegara itu utk membentuk suatu pemerintahan yg mrlindungi segenap bangsa dan memajukan kesejahtraan umum,mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.

Namun konyolnya pemerintah hari ini saling berambisi merebut kekuasaan dimana masyarakat berada dalam polemik yg cukup panas dimana sumber daya alam dan sumber daya manusia kurang memadai begitupun dgn mineral batubara yg mencemari lingkungan dan pertanian rakyat serta gaji guru honorer yg tidak sesuai dengan kebutuhan pendidik.

Namun mereka para pejabat dungu dan bodoh malah sibuk berebut utk berkuasa dan menjadikan aset negara menjadi sarana komersialis seperti yg terjadi di NTT beberapa pekan yg lalu.

Nilai nilai luhur pancasila yg digagaskan founding father kita sepertinya luntur dan kusam tak bermakna karena keserakahan dan ketamakan pejabat publik.

Kampus adalah suluh pergerakan.kritikan tajam terhadap fungsi kampus yg dibungkam oleh regulasi yg dibuat oleh birokrasi.

##Dilarang melarang

Katanya kampus adalah ladang pengetahuan dan sarana transformasi keilmuan serta sarana pergerakan perjuangan mahasiswa dimulai.Sehingga eksistensi kampus bukan hanya sebagai wadah pendidik tapi kampus juga punya peran penting dalam menyalahkan semangat api pergerakan mahasiswa.

Semangat aktivis muda dibina dilingkungan kampus dimana mereka didalamnya terdapat berbagai pengetahuan dan ideologi pergerakan serta perjuangan mahasiswa.

Namun hari ini terlihat bedah sekali dimana semangat pergerakan dan perjuangan mahasiswa untuk memberantas kesewenang wenangan dibungkam dengan alasan nilai erorr dan di drob out.

Kampus adalah tempat dimana pikiran liar didalamnya.Jadi,jika pikiran dibungkam mau taru dimana idealis mahasiswa yg pelajari dikampus.

Dosen sebagai tenaga pendidik pun tidak berperan aktif utk menjaga idealis mahasiswa dan menjaga fungsi nya sbagai agent mencerdaskan bangsa.

Jadi berbahagialah mereka masih memelihara idealismenya dimana diera modernis seperti kadang idealis dan semangat pergerakanya digadai dgn rupiah.

Benar kata gie” mereka yg tadinya melakukan teriakan perlawanan tapi ketika dgn pemerintah mereka berbalik arah.Mereka adalah maling maling.Lebih baik diasingkan dari menyerah pada kemunafikan kata” gie”.

Kata “tan malaka” idealisme adalah kemenangan terakhir yg dimiliki oleh pemuda.

Semoga saja masih tetap semangat dalam pergerakan massa aksi dan tetap memelihara idealisme sebagai citra rasa karsa kaum muda yg tetap eksis sepanjang masa.

Ada dua alternatif antara idealisme atau rupiah.

Panjang umur perjuangan

Oleh Singa padang pasir

Pondok sawiri gading,30 juni 2019.

Pemilihan formatur FKM NM priode 2019-2020

minggu 06 mei 2019 keempat kandidat calon formatur FKM NM bertempur mempersentasekan visi misi masing masing guna utk nasib FKM beberapa tahun kedepan.

Dan juga bagaimana membakar semangat berorganisasi dan juga loyalitas kader terhadap lembaga.

Pemilihan pun usai dan hasil pun mulai dapat diketahui bahwa saudara dubulin terpilih menjadi formatur terpilih FKM NM utk satu tahun kedepan.

Saudara dubulin terpilih menjadi nahkoda yg menentukan arah FKM NM satu tahun kedepan

Semoga diberi kemudahan oleh Allah dalam masa kepengurusan nya kedepan

Amin.

Oleh singa padang pasir

Pondok ceria, 30 mei 2019

Create your website at WordPress.com
Get started